Showing posts with label Telematika. Show all posts
Showing posts with label Telematika. Show all posts

Friday, 14 February 2014

Ini Kelompok Hacker Yang Paling Ditakuti Dunia




Kata `hack` pertama kali muncul sebagai istilah `solusi cerdik untuk menyelesaikan masalah`. Kemudian, ketika ilmu pemrograman komputer hadir, istilah tersebut berkembang menjadi seni merangkai kode perangkat lunak dan memanipulasi perangkat keras komputer.

Namun sayangnya, istilah hacker masih belum baku karena sebagian orang, terutama masyarakat awam menganggapnya sebagai pelaku kejahatan menggunakan perangkat sistem komputer (cybercrime). Padahal istilah penjahat komputer disebut sebagai cracker.

Hacker dibagi menjadi dua kelompok yaitu White-hat Hackers dan Black-hat Hackers. White-hat Hackers adalah mereka yang menggunakan kemampuan teknisnya untuk mengembangkan dunia teknologi informasi dengan sistem komputer. Sedangkan Black-hat Hackers adalah mereka yang sangat dekat dengan kejahatan elekronik.

Mengutip laman Top Computer Science Degrees, Rabu (12/2/2014), di bawah ini adalah beberapa kelompok Black-hat Hackers yang paling populer sekaligus paling ditakuti di seluruh dunia.

Anonymous
Kelompok hacker ini dikenal dengan atribut topeng Guy Fawkes dalam film `V for Vendetta` dan pada tahun 2012 tercatat memiliki anggota lebih dari 5.635 orang. Beberapa Website besar yang pernah mereka serang adalah situs FBI, Departemen Kehakiman, Universal Music Group, PayPal, MasterCard, Sony PlayStation Network dan situs besar lainnya.

Kelompok hacker yang mamiliki moto "Kami adalah Anonymous. Kami adalah Pasukan. Kami tidak memaafkan. Kami tidak melupakan. Tunggu Kami" ini bahkan pernah mengancam Pentagon, Facebook, serta grup kartel narkoba Meksiko `Los Zetas`.

Salah satu aksi yang paling terkenal adalah saat mereka menjebol jaringan Sony PlayStation Network sebagai aksi protes atas gugatan hukum terhadap Geohot. Geohot adalah hacker yang berhasil melakukan jailbreak terhadap sistem PlayStation 3 dan menampilkan proses pembobolan tersebut di situs berbagi video YouTube.
  
Milw0rm
Nama hacktivis ini terkenal ketika pada 3 Juni 1998 menyerang fasilitas riset nuklir utama milik India `Bhabha Atomic Reserach Center (BARC)` sebagai aksi protes anti-nuklir. Milw0rm melancarkan aksinya di beberapa negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Russia, dan New Zealand.

Mereka pun akhirnya berhasil membobol firewall fasilitas tersebut, memperoleh data rahasia dari riset terbaru sebesar 5 MB, menghapus data yang ada di dua server, dan menulis pesan anti-nuklir pada situs pusat mereka. Tak disangka, kejadian tersebut berdampak sangat besar. Semua institusi serupa diketahui langsung memperketat sistem keamanannya.

Sebulan kemudian nama Milw0rm kembali mencuat ketika berhasil menyerang perusahaan hosting EasySpace yang hanya dalam waktu 1 jam pesan anti-nuklir muncul di 300 situs web lainnya, termasuk situs FIFA World Cup, Wibledon, Ritz Hotel, Drew Barrymore, dan Keluarga Kerajaan Saudi.

Masters of Deception
Kelompok hakcer asal New York ini dibentuk pada tahun 1989 - dikenal sebagai pesaing berat kelompok hacker yang berbasis di Texas `Legion of Doom'. Master of Deception sempat memperkeruh jagat underground karena kerap melakukan aksinya dengan nuansa rasial.

Untuk menunjukkan kekuatan mereka, para anggota Master of Deception melakukan tindakan penyerangan yang disebut `salah satu tindakan pencurian informasi komputer terbesar yang pernah diketahui`. Menurut sebuah laporan, mereka masuk ke server untuk mencuri informasi rahasia, yang kemudian mereka jual.

Beberapa server yang berhasil mereka bobol adalah daftar transaksi kartu kredit milik artis Julia Roberts dan sistem komputer perusahaan telekomunikasi AT&T. Namun kejayaan Master of Deception berakhir ketika agen Secret Service melancarkan serangan besar dan membekuk lima hacker terbaik dari Master of Deception. 

Mereka didakwa dengan perusakan sistem komputer, penyadapan ilegal, dan konspirasi. Kelimanya pun akhirnya mengaku bersalah.


Bersambung...

Sumber : Liputan6dotcom

Kilas Balik Perang Hacker Indonesia vs Australia


Anda pasti masih ingat dengan tragedi peperangan antara para prajurit cyber Indonesia dengan Australia sepanjang bulan November 2013. Kala itu saling serang antar-website tak bisa dihindari sehingga membuat hubungan kedua negara terkesan tak lagi harmonis.

Perang cyber itu diduga timbul karena isu penyadapan yang dilakukan badan intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah menterinya pada tahun 2009. Informasi ini terungkap dari dokumen yang dibocorkan oleh mantan pegawai National Security Agency (NSA), Edward Snowden.

Dalam bocoran dokumen itu disebutkan bahwa agen mata-mata Australia membidik Presiden SBY beserta istrinya, Wakil Presiden Boediono, dan beberapa menteri lainnya sebagai target pemantauan. Bocoran itu juga membeberkan model handset yang digunakan oleh masing-masing target, termasuk diagram `voice event` dari Presiden SBY.

Ratusan Situs Australia Diserang
Kabar itu pun memicu beragam reaksi. Kementerian Luar Negeri Indonesia langsung memanggil duta besar Autralia untuk dimintai keterangan terkait isu spionase (mata-mata) tersebut. Bahkan, Presiden SBY sempat mengungkapkan kekecewaannya dan memberikan reaksi keras.

Tak ingin tinggal diam, hacktivist asal Indonesia yang menyebut dirinya sebagai Anonymous Indonesia mengumumkan daftar ratusan situs Australia yang diklaim telah berhasil mereka bajak. Serangan ini diduga dilakukan sebagai aksi protes atas tuduhan spionase yang dilakukan pihak Kedubes Australia di sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kebanyakan situs yang menjadi korban peretasan adalah situs iklan dan bisnis kelas bawah yang tak terlalu populer di Australia, yang diperkirakan dipilih secara acak. Tak berhenti sampai di situ, Anonymous Indonesia juga melakukan serangan lanjutan yang diberi sandi perang #OpAustralia (Operation Australia).

Serangan ini kabarnya dibantu oleh kubu Anonymous Australia yang juga mengecam tindakan spionase. Mereka pulalah yang kabarnya menggagas #OpAustralia dengan tujuan agar serangan cyber lebih terfokus pada situs-situs pemerintahan Australia, bukan situs milik sipil yang tak bersalah.

Sasaran utama dari serangan hacker Indonesia pun difokuskan pada pengambilalihan situs Badan Intelijen Autralia yaitu www.asio.gov.au. Situs tersebut pun sempat dibuat down untuk beberapa saat oleh kelompok Anonymous Indonesia.
  
Diadu Domba Hacker Malaysia?
Setelah itu jagat media sosial juga diramaikan dengan ajakan memulai gerakan #OpMalaysia (Operation Malaysia). Gerakan itu bermunculan di timeline Twitter dan Facebook setelah beredar kabar bahwa para hacker Malaysia adalah dalang utama perseteruan antara kelompok Anonymous Indonesia dan Australia.

Mereka dinilai telah mengadu domba kedua belah pihak. Sebelumnya dikabarkan bahwa situs Angkasa Pura dan Garuda Indonesia sempat diretas dan kehilangan sejumlah data penting perusahaan. Dilaporkan bahwa pihak Anonymous Australia-lah yang bertanggung atas serangan tersebut.

Namun belakangan muncul rumor yang menyebutkan bahwa para hacker asal Malaysia yang menjadi dalang peretasan dua situs penting transportasi udara Indonesia tersebut. Laman Hacker News bahkan mempublikasikan video pernyataan resmi pihak Anonymous Australia yang dengan tegas menyatakan bahwa pelaku serangan cyber ke Indonesia bukanlah pihak mereka.
  
Situs Indonesia Diancam
Perang cyber antar hacker Indonesia dan Australia pun semakin memanas. Hal ini diperkeruh dengan munculnya sebuah video di Youtube yang berisi ancaman. Dalam video itu Anonymous Australia mengungkapkan pernyataan perang cyber dan mengancam akan mengobrak-ngabrik beberapa situs ternama Indonesia.

"Hi, Anonymous Indonesia, be prepared. Because your stupid actions, Anonymous Australia, has therefore decided that your country should be destroyed," tulis Anonymous Australia dalam video berdurasi 1 menit 4 detik itu. Dalam video tersebut mereka mengancam akan meretas beberapa portal pemerintah dan perusahaan swasta di Indonesia.

Beberapa yang akan menjadi sasaran adalah situs www.indonesia.go.id, www.kpk.go.id, www.garuda-indonesia.com, dan www.polri.go.id. Portal media online kenamaan juga turut menjadi sasaran, seperti situs www.detik.com, www.viva.co.id, www.kaskus.co.id, dan beberapa situs lainnya.

Sumber : Liputan6dotcom

Ini Dia 5 Hacker Wanita Cerdik nan Cantik


Seni merangkai kode perangkat lunak dan memanipulasi perangkat keras komputer alias aktivitas hacking biasanya memang digeluti kaum pria. Maka dari itu banyak orang terkejut ketika mendengar ada beberapa wanita cantik yang berkiprah di dunia hacker.

Tidak peduli pria atau wanita, yang terpenting adalah seberapa hebatnya mereka dalam memahami cara kerja jaringan internet dan komputer serta pengetahuan mereka tentang teori yang kompleks dalam membuat program yang tidak bisa digunakan oleh orang lain.

Mengutip laman EFY Times, berikut beberapa hacker wanita cerdik dengan penampilan yang terbilang cantik. Bahkan mereka diketahui juga sempat mengguncang jagat hacker dunia.  


Adeanna Cooke
Sebagian besar orang mengenal Adeanna Cooke sebagai model internasional yang pernah tampil di majalah dewasa Playboy. Maka tak heran jika banyak fans-nya yang belum mengetahi bahwa ia juga seorang hacker yang mapan dan programmer komputer amatir.

Hebatnya ia belajar dasar-dasar hacking sendiri dan kerap menggunakannya untuk memajukan karir modeling-nya. Ketika foto-foto syurnya digunakan secara ilegal, dengan sigap ia meng-hack sebuah website yang menunjukkan kemolekan tubuhnya tersebut dan menghapus semua foto-fotonya.

Berkat kemampuannya tersebut wanita kelahiran Amerika Serikat, 31 Desember 1988 itu dijuluki `Hacker Fairy` dan sering mendapat panggilan untuk membantu para model profesional yang sering dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab.


Anna Chapman
Namanya dikenal ketika ia tertangkap bersama sembilan orang lainnya pada 27 Juni 2010 di New York City, Amerika Serikat. Kala itu ia dituduh terlibat dalam jaringan mata-mata narkotika di bawah badan intelijen eksternal Federasi Rusia.

Setelah dibekuk Federal Bureau of Investigation (FBI), Chapman langsung mendapat predikat selebriti. Terlebih, gambar dan videonya beredar di dunia maya. Kemudian wanita yang lahir pada 23 Februari 1982 ini kembali menarik perhatian media massa pada 3 Juli 2013 ketika memalui akun Twitternya ia meminta Edward Snowden untuk menikahinya.

Edward Snowden sendiri adalah mantan karyawan Central Intelligence Agency (CIA) dan kontraktor National Security Agency (NSA) yang sempat membocorkan informasi program mata-mata rahasia NSA kepada pers.


Kristina Svechinskaya
Mahasiswi New York University ini adalah salah satu hacker wanita yang paling populer di dunia hacking. Ia pernah membobol situs-situs keuangan dunia dengan cara mentransfer uang ke rekeningnya secara ilegal melalui jasa pengiriman atau elektronik atas nama orang lain.

Bahkan ia dituduh membobol beberapa bank di Inggris dan Amerika Serikat dalam jumlah yang sangat besar dan penggunaan paspor palsu. Svechinskaya dilaporkan telah menyerang ribuan rekening bank dan berhasil membuka setidaknya lima rekening di Bank of America dan Wachovia dengan memakai program Zeus trojan horse.

Dari hasil pencurian tersebut ia mendapatkan sekitar US$ 35 ribu dan secara keseluruhan menyebabkan kerugian sekitar US$ 3 juta. Jika terbukti bersalah, wanita seksi ini terancam hukuman 40 tahun penjara.


Joanna Rutkowska
Rutkowska adalah seorang peneliti keamanan komputer Polandia dan seorang hacker. Ia dikenal karena penelitiannya tentang tingkat keamanan rendah dan stealth malware alias malware siluman. Dirinya semakin populer setelah melakukan presentasi di konferensi Black Hat Briefings di Las Vegas pada bulan Agustus 2006.

Dalam kesempatan itu ia membeberkan serangan terhadap mekanisme perlindungan kernel Vista, yang dikenal dengan julukan teknik Blue Pill dengan menggunakan virtualisasi hardware untuk memindahkan OS ke mesin virtual.

Wanita asal Polandia ini juga telah dinobatkan sebagai `Five Hackers` oleh Majalah eWeek pada tahun 2006. Namanya sempat mencuat di beberapa media massa saat ia memberikan saran terbuka kepada Vice President Unit Teknologi Keamanan Microsoft untuk lebih memperketat keamanan pada sistem Windows Vista.

Rutkowska juga dikenal sebagai hacker elit yang merupakan pendiri layanan keamanan melalui startup Invisible Things Lab di Warsawa, Polandia.


Ying Cracker
Ia dikenal sebagai salah satu sosok hacker paling cantik dan mengaku sebagai seorang educator dari Shanghai, Cina. Ying kerap mengajar dasar-dasar hacking, meliputi hal-hal seperti mengubah alamat Internet Protocol (IP) atau menghapus password.

Namanya mendadak menjadi terkenal ketika sebuah postingan dari forum online `Chinese Hottie Hackers`mendapat perhatian dari gawker (target populer dalam forum) di internet dan menciptakan basis fans yang besar untuknya.

Julukan `Cracker` yang tersemat di nama belakangnya diperoleh karena ia lihai dalam merangkai kode perangkat lunak dan pandai menggunakan alat hacking sederhana untuk memecahkan suatu masalah.

Ia bahkan dengan percaya diri mematok biaya 500-5000 yuan bagi yang ingin memakai jasanya dalam memecahkan kode perangkat lunak apapun.  


Bersambung...

Sumber : Liputan6dotcom

Mengenal Hacker Muda Indonesia Yang Mendunia


"Saya pandai dalam membuat masalah, menimbulkan konspirasi tingkat tinggi, dan berpura-pura menjadi jenius." Itulah sepenggal kalimat `nyeleneh` yang terpampang di halaman utama website pribadi milik hacker Indonesia yang mempunyai reputasi dunia, Jim Geovedi.

Namanya membumbung tinggi saat ia berhasil meretas sebuah satelit. Aktivitas hacking itu diperagakan Jim dalam sebuah pertemuan hacker internasional saat menjadi pembicara atas isu keamanan satelit pada tahun 2006. Tidak hanya dapat mengubah arahnya saja, pria kelahiran kelahiran 28 Juni 1979 ini juga mampu menggeser satelit milik para kliennya.

Mengutip laman BBC, Kamis (13/2/2014), berkat kemampuannya itu ia dijuluki `sebagai sosok yang tidak mirip dengan penjahat James Bond, namun ia memiliki sejumlah rahasia yang mungkin ingin diketahui oleh banyak orang`.


Hanya Lulusan SMA
Hebatnya Jim bukanlah lulusan universitas IT ternama, ia hanyalah lulusan sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lampung. Jim juga sempat menjalani kehidupan yang keras sebagai seniman grafis. Beruntung, ia bertemu dengan seorang pendeta yang memperkenalkan dirinya dengan dunia komputer dan internet.

Sejak saat itu ia belajar secara otodidak dengan cara mengintip ruang chatting para peretas ternama dunia. Berkat kerja kerasnya dalam mempelajari seni merangkai kode perangkat lunak dan memanipulasi perangkat keras komputer,  ia pun akhirnya menjadi salah satu hacker yang cukup disegani.

Kisah Jim juga pernah diulas di Archive.Cert.Uni-Stuttgart.de, yang menceritakan bahwa dirinya mendapatkan kemampuan hacker tidak karena sekolah tinggi atau mempunyai gelar IT, tetapi mempelajari sistem internet dan komputer secara otodidak dari pergaulannya yang luas dengan para hacker dunia.


Hilir Mudik di Forum Hacker Global
Dengan keahlian yang dimilikinya, jika mau ia bisa melihat percakapan email atau sekadar mengintip kehidupan pribadi seseorang di dunia maya. Bahkan ia pun bisa saja mencuri data-data penting, seperti lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau mengamati sistem pertahanan negara.

Pria yang juga berprofesi sebagai produser musik dan disc jockey (DJ) ini juga kerap menjadi pembicara di seminar sistem keamanan dalam pertemuan peretas internasional. Mulai dari Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow di Polandia.

Karirnya pun terus berlanjut dengan mendirikan perusahaan untuk lembaga pemerintahan C2PRO Consulting pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2004, ia mendirikan sekaligus mengoperasikan perusahaan konsultan keamanan `Xynexis International` yang sebelumnya bernama TI Bellua Asia Pacific dan juga mendirikan Noosc Global.


Hacker Yang Rendah Hati
Perannya untuk Tanah Air juga patut diperhitungkan. Pada tahun 2004, Jim direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencari tahu pelaku penjebol pusat data penghitungan suara pemilu. Dan hebatnya ia berhasil memecahkan kasus tersebut.

Lama tak muncul, pada tahun 2012, Jim diketahui hijrah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dalam hal ini ia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi.

Dua tahun terakhir, ia mengaku tertarik untuk mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yaitu kecerdasan buatan yang membuat sebuah mesin dapat melakukan apapun yang diinginkan sang perancang.


Dari semua kemampuan yang dimiliki, menariknya Jim menolak disebut ahli. Dalam sebuah wawancara dengan Deutsche Welle, Jim lebih suka menganggap dirinya sebagai pengamat atau terkadang partisipan aktif dalam `seni mengawasi` dari tempat yang jauh dan aman.

Sumber : Liputan6dotcom

Monday, 10 February 2014

Snowden: Intel Inggris Pernah Retas Anonymous ( GCHQ Menyusup Ke Chatroom dan Menangkapi Para Hacker. )

Logo perkumpulan hacker Anonymous

Dokumen milik mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional, Edward J Snowden, kembali membuka fakta baru. Kali ini, dokumen yang dipublikasikan oleh media Amerika Serikat, NBC, itu menyebut agen intel Inggris (GCHQ) pernah meretas sebuah layanan chatroom yang kerap digunakan  kelompok hacker Anonymous untuk berkomunikasi.

Dilansir kantor berita BBC, Kamis 6 Februari 2014, agen GCHQ disebut meretas ke layanan chatroom itu menggunakan teknik denial of service attack (DoS) yang justru kerap digunakan Anonymous untuk meretas para korbannya. Kejadian itu dilaporkan tahun 2011 silam.

GCHQ disebut membentuk tim bernama Kelompok Intelijen Bersama Analisa Ancaman (JTRIG). Kelompok ini bertanggung jawab atas penggunaan serangan DoS dan keberadaannya tidak pernah diungkap sebelumnya ke publik.

Dengan menyamar, unit ini juga memata-matai dan ikut berkomunikasi dengan para peretas Anonymous yang berhasil mencuri informasi.

Dalam sebuah kasus misalnya, seorang agen disebut berhasil menipu seorang peretas dengan nama sapaan P0ke, yang berhasil mencuri informasi milik Pemerintah AS. Para agen JTRIG itu berhasil mengetahui identitas asli P0ke dengan mengirimkan sebuah tautan berita BBC berjudul "Siapa yang Menyukai Aktivis Peretas (Hacktivist)?"

P0ke dilaporkan tertipu dan mengklik tautan tersebut. Dengan cara itu, JTRIG berhasil menerobos pengamanan dari peretas dan memperoleh identitasi asli P0ke. NBC menyebut P0ke merupakan seorang mahasiswa Skandinavia. Namun, dia tidak pernah ditahan kendati agen GCHQ berhasil mengungkap identitas aslinya.

Tetapi dokumen Snowden turut menyebut beberapa peretas yang identitasnya berhasil diungkap dalam operasi JTRIG dibui oleh agen intel Inggris itu.

Salah satu peretas yang berhasil dibui yakni Edward Pearson, yang secara ilegal berhasil mencuri informasi kartu kredit dan kartu debit di akun Paypal. Dari transkrip pembicaraan yang terekam di chat room terlihat Pearson mengontak agen GCHQ yang tengah menyamar dan mengatakan dia tahu seorang peretas yang tengah mereka selidiki.

Namun, kenyataannya Pearson yang menggunakan nama samaran GZero turut dibui selama dua tahun pada 2012 silam.

Picu Keprihatinan

Aksi agen intel Inggris ini mengundang keprihatinan dari beberapa pihak, salah satunya peneliti keamanan di Universitas Cambridge, Steven Murdoch. Dia berpendapat serangan DoS malah akan berdampak ke layanan yang lain.

Pasalnya, DoS dipraktekkan oleh lebih dari 500 orang yang secara bersama-sama menyerang sebuah situs hingga kolaps.

"Sangat mungkin, bahwa server saat itu tengah digunakan untuk kepentingan lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Anonymous," ungkap Murdoch.

Murdoch menambahkan pembicaraan yang tengah terjadi di ruang chat Anonymous itu bisa saja tidak kaitannya dengan aksi peretasan, karena orang-orang tergabung dalam Anonymous terdiri dari beragam individu.

"Sebagian mungkin berbuat tindak kriminal, tetapi banyak juga yang hanya menyampaikan protes, kampanye surat terbuka dan hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan tindak kriminal," imbuh Murdoch.

Sementara seorang peneliti dari kelompok kampanye privasi internasional, Eric King serangan DoS yang dilakukan GCHQ sama sekali tidak didasari hukum.

"Jelas tidak ada hukum yang membenarkan GCHQ untuk melakukan serangan siber," kata dia.


GCHQ sudah lama memiliki kebijakan untuk tidak pernah mengomentari aksi intelijen mereka. Namun, seorang juru bicaranya mengatakan bahwa semua aktivitas GCHQ dilakukan sesuai dengan koridor hukum yang ketat dan kebijakan yang berlaku. (umi)


Sumber : Viva News

Ini Cara Snowden Bobol Data NSA ( Tak Disangka-sangka, Caranya Mudah dan Sederhana )


Pejabat intelijen Badan Keamanan Nasional AS (NSA) mengungkapkan mantan kontraktor NSA, Edward Snowden menggunakan peranti sederhana untuk memanen data rahasia dari badan intelijen AS itu.

Dilansir Guardian, Senin 10 Febuari 2014, Snowden terdeteksi menggunakan peranti lunak Web crawler guna mencari, mengindeks, serta memback-up file rahasia di situs NSA.

"Kami tidak percaya, ternyata proses itu dilakukan sendiri di depan mesin dan mengunduh banyak metari secara berurutan. Proses ini cukup otomatis," kata seorang pejabat yang tak mau disebutkan namanya.

Web crawler, dikenal pula dengan istilah spider, bekerja menyusuri situs ke situs, kemudian menyasar tautan-tautan yang tertanam dalam setiap dokumen dan seterusnya menyalin semua dokumen yang ditemui. Snowden diyakini telah menyalin 1,7 juta dokumen rahasia.

Peneliti mengatakan, sangat naif bila NSA yang bekerja untuk mencegah dan menangkal serangan siber mahal, nyatanya mudah dibobol oleh serangan dari dalam yang dilakukan Snowden dengan cara yang relatif sederhana. Boleh dibilang, tidak canggih.

Dari kronologi pembobolan data pun, masih berdekatan dengan militer AS, Chelsea Manning yang menggunakan teknik sama untuk mengakses data militer dan Departemen Luar Negeri AS. Manning diketahui memasok data itu untuk Wikileaks.

Pejabat intelijen itu juga mengaku heran kenapa sistem NSA tak dapat mendeteksi aksi Snowden, sebab markas NSA di Ford Meade, Maryland memiliki monitor ke semua pos NSA.

Diketahui, saat masih menjadi karyawan NSA, Snowden bertugas di pos NSA di Hawaii. Namun, konon pos tempat Snowden bertugas itu belum dilengkapi dengan monitor modern yang bisa memicu alarm.

New York Times menyebutkan, Snowden memanfaatkan budaya yang berkembang di NSA sejak pertama kali bekerja sebagai kontraktor di fasilitas NSA di Oahu, Hawaii.

"Sekali Anda menjadi orang dalam, asumsinya Anda seharusnya mendukung apa yang ada di dalam. Tapi, sulit dijelaskan kenapa mereka tak makin waspada tentang aktivitas yang berlebihan pada sistem," jelas Richard Bejtlich, Kepala Strategi Keamanan FireEye, perusaaan keamanan komputer berbasis di Silicon Valley.

Penyelidik kasus Snowden pun mengaku bingung menjawab berbagai kemudahan Snowden membobol data NSA. "Entah dia sangat beruntung atau posisinya sangat strategis," kata pejabat intelijen pasrah.


Diketahui, data yang didapatkan Snowden termasuk koleksi sebagin besar nomor telepon domestik dan penyadapan komunikasi puluhan pemimpin dunia, di antaranya Kanselir Jerman, Angle Markel. (umi)



Sumber : Viva News

Monday, 9 December 2013

Ternyata, NSA Juga Sadap 5 Milyar PEngguna Ponsel di Dunia

(Foto:Digitaltrends.com)

Aksi penyadapan yang dilakukan badan keamanan nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA) kembali diungkap. Bocoran terbaru dokumen dari Edward Snowden menguak fakta lain yang mengejutkan.

NSA ternyata telah menyadap milyaran pengguna ponsel di seluruh dunia. Dalam dokumen itu disebutkan NSA melacak pergerakan setiap orang melalui GPS, termasuk data privasi yang ada di dalam ponsel.

Sebelumnya ponsel Presiden RI dan sejumlah pejabat negara juga diduga telah disadap. [Baca juga: Terungkap, Australia Mata-matai Ponsel Presiden SBY]

"NSA mendapatkan data lokasi orang-orang yang ada di seluruh dunia dalam jumlah besar," kata sumber anonim yang tak mau disebutkan namanya seperti dilansir Washington Post.

Sejumlah pejabat AS mengatakan program pengawasan ini adalah legal dan dirancang untuk menyasar target asing yang dianggap mengancam keamanan nasional. Namun ada pula yang menyebut bahwa warga Amerika ikut disadap.

Seperangkat tool yang digunakan NSA untuk melakukan penyadapan ponsel disebut dengan Co-Traveler. Alat ini bahkan mampu melacak ponsel saat ponsel sedang tidak digunakan.

"Dengan menerapkan teknik matematika yang canggih, NSA bisa memetakan hubungan pemilik ponsel dengan pola gerakan dari waktu ke waktu dengan ribuan atau jutaan pengguna ponsel lain," tulis Washington Post.

Jangan coba-coba untuk bersembunyi. Karena jika Anda bersembunyi, mematikan ponsel atau mengganti ponsel, Anda hanya akan menarik perhatian lebih dari NSA. NSA diduga menyadap data langsung dari kabel yang menghubungkan jaringan mobile.

Chris Soghoian, principal technologist di American Civil Liberties Union mengatakan, "Satu-satunya cara untuk menyembunyikan lokasi Anda adalah dengan memutuskan sambungan dari sistem telekomunikasi dan tinggal di sebuah gua."



Friday, 29 November 2013

Memahami Arti Hacker



"it's not about hack huck heck hack, let's develop the internet making brighter future for our generations"
"
the real old hackers are people who contribute to internet developments.
it's not just about breaking into but about how we can develop internet.
If you can't make anything your aren't hacker at all
"
- miliki kemampuan pemrograman jaringan
- miliki kemampuan pemrograman sistem
- miliki kemampuan menganalisa kelemahan2 jaringan dan sistem dengan tujuan bukan untuk merusak tapi untuk menciptakan sistem yang lebih aman.
- nasib anak cucu kita ada di tangan kita

* kutipan dari Wikipedia

Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.

Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.

Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.


Sejarah Hacker



Sejarah Hacker

Istilah Hacker adalah hal yang tidak asing, terutama bagi mereka yang berada di bidang teknologi informasi. Hacker menurut orang awam identik dengan pelanggar hukum yang melakukan kejahatan di dunia maya misalnya pembobolan rekening bank secara online, mengambil data-data pribadi yang rahasia atau kejahatan lainnya yang berhubungan dengan dunia teknologi informasi. Padahal itu adalah sebutan yang salah. Hal ini diperparah dengan gambaran dalam film-film yang menyatakan bahwa seorang hacker melakukan kejahatannya dengan menyusup kepada komputer orang lain dan melakukan apapun yang ia sukai.

pengertian hacker

Padahal ini adalah pengertian yang salah kaprah. Hacker sendiri adalah orang yang bekerja untuk mengembangkan program-program komputer, baik secara independen maupun dipekerjakan pada suatu perusahaan. Tugas hacker adalah mencari kelemahan dari suatu sistem yang dibangun oleh programmer sehingga program atau aplikasi yang dibuat bisa menjadi lebih baik. Sedangkan orang yang melakukan kejahatan di bidang teknologi informasi itu disebut cracker. Istilah ini bagi sebagian orang tidak penting, namun sebenarnya sangat penting. Istilah yang salah kaprah ini banyak mengakibatkan kerugian secara moral.

Awal Mula Hacker dan Cracker

Istilah hacker mulai muncul pada sekitar tahun 1960-an dan pertama kali digunakan oleh mahasiswa Tech Model Railroad Club yang bekerja di sebuah laboratorium di Massachussets Intitut of Technology. Istilah hacker sendiri digunakan untuk menyebut orang yang ahli dalam bidang pemrograman dan bisa menghasilkan program yang lebih baik dari program sebelumnya yang sudah ada dengan mencari kelemahan di dalamnya. Istilah ini kemudian populer di kalangan masyarakat dan menyebut orang-orang yang ahli dalam pemrograman komputer sebagai hacker.

Perkumpulan Hacker vs Perkumpulan Crakcer

Hacker di seluruh dunia biasa mengadakan pertemuan setiap tahun di Las Vegas sekitar pertengahan bulan Juli. Acara ini mempertemukan hacker dari seluruh dunia untuk saling bertukar informasi mengenai dunia pemrograman. Acara yang diikuti oleh semua hacker dari seluruh dunia ini biasa disebut dengan DefCon. Selain itu ada satu acara juga yang diselenggarakan oleh sang raksasa mesin pencari, Google yakni Google I/O dimana selain Google mempresentasikan produk terbarunya, para hacker juga mendapatkan kesempatan untuk saling bertemu satu sama lain karena diundang dalam acara tersebut.

Cracker juga memiliki perkumpulan dan pertemuan, namun umumnya dalam skala kecil, dalam satu negara saja. Pertemuan yang ada pun bersifat tersembunyi dan rahasia. Salah satu yang mengejutkan adalah pertemuan 2200 hacker perempuan China yang tergabung dalam CN Girl Security Team. Kelompok ini memang paling meresahkan para pemilik website di China. Bahkan Google sempat menghentikan operasionalnya di China karena serangan kelompok ini. Yang lebih mengejutkan lagi adalah pada tahun 2012 awal ditemukan bahwa grup ini dipimpin oleh seorang wanita cantik yang masih muda bernama Xiao Tian. Selain kelompok ini, masih banyak kelompok lain yang bergerak di bawah tanah.

Hacker vs Cracker

Memiliki visi dan misi yang berbeda tentu saja membuat hacker dan cracker tidak akan bisa akur. Oleh karena itu banyak hacker yang bekerja sebagai konsultan keamanan atau divisi khusus yang melawan serangan cracker. Umumnya hacker yang bekerja pada perusahaan adalah mantan cracker yang sudah menyadari bahwa apa yang menjadi tindakannya adalah tidak benar. Tidak semua cracker melakukan penyerangan karena motif eknomi, terkadang juga karena alasan ideologis, seperti yang dilakukan oleh grup hacker yang bernama Anonymous baru-baru ini.

Selain itu ada juga yang hanya menjajaki seberapa jauh ilmu yang dimilikinya dengan menyerang sistem komputer yang online. Bisa dibilang bahwa semua hacker pernah melakukan penyusupan ke sistem komputer milik orang lain. Namun mereka yang sekarang menjadi orang-orang terkenal berhenti sebelum dihentikan dan bekerja sebagai analis sistem keamanan komputer untuk meneliti celah dari sistem komputer pada suatu perusahaan.


Hackers Bukanlah Manusia Perusak System (Hackers Vs Crackers)


Sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi mendengar istilah Hackers, apalagi bagi para pecinta internet. Tetapi apakah kalian tahu Hackers itu siapa ? Banyak orang yang menduga Hackers adalah seseorang yang merusak sistem atau membobol sebuah data di sebuah sistem dan jaringan untuk kepentingan pribadi. Tapi setelah saya telusuri ternyata bukanlah hackers yang merusak sebuah sistem. Pengertian hackers itu sendiri adalah seseorang yang mampu mendalami sebuah system secara utuh dan mendalam serta dapat mencari celah dari sebuah system. Hackers bukanlah perusak karena Hackers yang sejati adalah seseorang yang dapat memberikan manfaat baik terhadap semua orang dengan kemampuan penguasa system dan jaringan.



Di lain pihak adapula istilah dalam dunia cyber yaitu Crackers. Mungkin istilah ini jarang kalian dengar, tidak banyak berbeda antara Hackers dan Crackers dalam hal kemampuan dan penguasaan dibidang komputer. Hanya saja jika seorang Hackers menemukan sebuah celah keamanan yang lemah dalam system, lantas melaporkan kepada yang berhak atau bahkan memperbaikinya, maka seorang Crackers justru memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi dan tidak jarang para Crackers ini merusak system yang telah dimasukinya / dikendalikannya.

Jadi, dalam hal ini sangatlah jelas bahwa anggapan masyarakat selama ini mengenai hackers itu salah. Karena Hackers mempunyai kode etik tersendiri yang melarang untuk merusak suatu system dan jaringan. Beda dengan Craskers yang tidak memiliki kode etik apapun.

Kalau Hackers mempunyai hirarki / tingkatan, tingkatan tersebut dibuat karena memang setiap tingkatan itu memiliki kelebihan sendiri-sendiri, berikut tingkatan hackers: Elite, Semi Elite, Developed Kiddie, Script Kiddie, Lamer. Sedangkan, Craskers tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak sebuah system.

Hackers juga memiliki motif tertentu sesuai dengan kelompoknya, tentu dengan tujuan yang berbeda pula. Sepeti Black Hat Para Hackers yang menjelma menjadi cackers / attacker yang menggunakan kemampuan untuk tujuan kriminal dan cenderung membahayakan kepentingan pihak lain. Grey Hat Para Hackers yang memberikan informasi yang diperoleh ke para attacker maupun para vendor, untuk memperoleh imbalan tertentu. White Hat (hackers sejati) orang-orang yang melakukan aktivitas hacking dalam rangka memperoleh informasi tentang celah-celah keamanan, maupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki untuk diberikan kembali kepada pihak yang bersangkutan untuk disempurnakan kembali. Blue Hat yang punya kemampuan seperti white hat, tapi berkecimpung di dunia pendidikan.

Hackers memiliki aturan main yang harus perlu di ikuti seorang hacker seperti: di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi, memberitahukan system administrator akan adanya pelanggaran keamanan/lubang di keamanan yang hacker lihat, jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack, tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan, tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri, selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metode yang diperoleh, tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencari uang, tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan, tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack, hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Rata – rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki Hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar “cracker”, menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak – abrik jaringannya.

Hackers sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang crackers tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena crackers sifatnya merusak.

Apapun alasannya ‘hacking’ adalah tindakan yang tidak melanggar hukum, namun disebut ‘cracking’ apabila digunakan untuk meusak, menghilangkan data / sesuatu yang bukan milik kita. Akan tetapi yang kita ketahui bersama – sama bahwa tidak adanya jaminan yang memastikan data atau informasi yang kita punya adalah 100% aman dan kondisi inilah yang digunakan orang untuk memulai ‘pekerjaan’ merusak dari awalnya iseng hingga professional. Hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah menutup segala kemungkinan celah keamanan yang terbuka dan selalu mengupdate data / informasi (siaga).



Tingkatan Hacker



Dalam dunia maya alias internet, sudah sangat familiar dengan istilah hacking, dimana sang pelaku disebut hacker. 5 tingkatan hacker menunjukkan level dari seorang hacker. Sudah banyak terjadi bobolnya sistem keamanan dan pencurian akun tertentu oleh para hacker ini. Jadi memang anda harus berhati-hati dan lebih memperhatikan sebuah akun yang mungkin anda miliki di dunia maya. Hacker bertebaran dimana-mana.

5 tingkatan hacker akan memperjelas pengetahuan anda tentang seorang hacker. Mungkin diantara anda semua masih ada yang belum benar-benar mengetahui kelas-kelas yang ada didalam dunia hacking. Tidak semua hacker itu jahat, banyak yang benar-benar menjadi seorang hacker kelas wahid yang berhati baik. Jadi jangan selalu menganggap negatif terhadap hacker. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasinya kepada anda. Selengkapnya, silahkan anda simak dari SituSaja.

Berikut ini adalah 5 TINGKATAN HACKER yang harus anda tahu :

1. Lamer:
Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi Hacker (wanna-be Hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang Hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

2. Script Kiddie:
Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

3. Developed Kiddie:
Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik UserInterface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Semi Elite
Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh Hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.

5. Elite
Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil,menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.


Bagaimana? Sekarang anda sudah lebih tahu tentang 5 tingkatan hacker bukan? semoga apa yang telah kami hadirkan pada kesempatan kali ini bermanfaat bagi anda semuanya. Jika anda adalah seorang ibu rumah tangga atau anda adalah seorang wanita atau siapapun anda, mungkin anda tertarik membaca artikel yang sangat menarik ini, 3 FAKTA PIL KB, hehehe.

Hacker dan Cracker


Banyak sekali yg masih salah paham dengan sebutan hacker, istilah hack, ngehack dan di hack,, setiap elite hacker (31337) mempunyai definisi "hacking" masing2, karna bagi mereka hacking bukan hanya sekedar kata melainkan telah menjadi filosofi hidup mereka. Masalahnya, karna luasnya ilmu "hack" ini, setiap hacker pun banyak yg keluar dari "kode etik" yg seharusnya mereka taati, mengapa? Banyak alasan, seperti kuatnya rasa keingintahuan dan jiwa pemberontakan yg muncul, seperti "Semua Informasi HARUS didapatkan secara BEBAS dan GRATIS". 

Mereka yg melanggar/keluar dari kode etik akan dianggap musuh yg harus diberantas oleh para 31337, mereka pun menyebut orang2 ini sebagai CRACKER yg berbeda dengan mereka. Masalahnya, para CRACKER ini tak terima atas pengklaim-an merekalah yg jahat, karna menurut mereka yg mreka lakukan adalah benar. Coba deh nonton film: Hacker 2: Take Down.

Nah, dari pada pemahaman kita semakin salah saia ingin meluruskan tentang para pahlawan dan penjahat di dunia maya!!! (versi saya)

Hacker => Secara UMUM, karna maknanya yg sangat Luas, seluas ilmu itu sendiri,, sepengetahuan saia: "Mereka yg memasuki suatu sistem secara LEGAL dengan tujuan mencari kelemahan, memperbaikinya dan menjadikannya lebih baik dari sebelumnya". Jadi, sangat jelas disini mereka lah yang menyandang geLar/Level tertinggi dalam dunia IT. Mereka inilah yg berperan dalam penciptaan/penemuan hal" baru dalam IT, contoh profesi resmi mereka: pentester,security auditor,ethical hacker(CEH),dsb. Contoh seorang Hacker => Bill Gates, Linus Torvald

Cracker => pengertian awalnya itu mungkin adalah seseorang yg hanya memiliki skill programming untuk tujuan ILEGAL, seperti mengakali program/software berbayar, sehingga bisa digunakan tanpa membayar, contoh karya mereka ya yg kita pakek sehari" ini, windows bajakan, software bajakan, serial" key, program crack, dll.

Tapi karna sifatnya yg merusak ini, sekarang istilah CRACKER ini digunakan secara umum untuk menyebut => "Mereka yg masuk ke sistem secara ILEGAL dengan tujuan merusak, mengubah, mengapus, mencuri, dan tujuan buruk lainnya".

Jadi, sangat jelas disini perbedaanya dengan HACKER kan? Hacker sang pahlawan topi putih (WHITE HAT) dan Cracker lah sang penjahat topi hitamnya (BLACK HAT)

Nah, para Cracker ini terbagi" lagi sesuai perkembangan jaman dan mencul lah istilah" baru untuk menyebut mereka sesuai dengan keahlian mereka masing",, seperti: 
  1. Phreaker (Phone Freaker) => mereka yg mencari celah (bugs) dari sistem telekomunikasi, tentunya satu tujuan sebagai seorang CRACKER dong,, untuk kepentingan sendiri, contoh hasil karya mereka bisa internetan, sms bahkan nelpon gratis tanpa bayar atau kepotong pulsa! nah lo enak beud kan tuh!!!
  2. Carder (Pemain Kartu) => nih orang kerjaannya menyalahgunakan kartu, ntah itu kartu kredit orang lain untuk kepentingannya sendiri,, mereka hanya membutuhkan no.cc sang korban untuk meng-order barang2 "mahal" dari luar langsung di kirim kerumahnya, wew!
  3. Defacer => orang yg "hanya" bisa memanfaatkan suatu bugs yg ada pada suatu website untuk dimanfaatkannya sebagai ajang pamer lah, curhat lah,, ngasih selamat ulang tahun ke pacar, dll. Narsis bgt dagh ni cracker! contohnya ada halaman depan situs yg tiba" berubah menjadi foto alay dan ada kata" seperti: HaCkEd by y0gI CaEm - tHanKKs t0: Allah, pACar kooEh,, aNd All InDoNeSiAn UnDeRgRoUnd!!!
  4. Spammer/Flooder => orang yg mengirimkan pesan/paket data atau lainya berulang" atau dalam jumlah yg banyak/besar dengan tujuan untuk kepentingan sendiri! contoh serangan DDOS yg dikirimkan ke suatu server web untuk tujuan agar website tersebut down/tidak dapat di akses,, dll



Arti Hacker

Jika Anda tak mengetahui apa arti kata hacker maka silahkan lanjut membaca artikel ini. Dan jika jawabannya sudah, maka definisi ‘hacker’ yang saya cantumkan disini akan sedikit berbeda dengan apa yang ada di pikiran Anda, jadi teruslah membacanya .


Pada kasus umum ‘hacker’ dirumuskan sebagai seseorang yang secara sembunyi-sembunyi mencoba untuk masuk ke dalam sebuah sistem komputer. Bukan hanya sekedar untuk mencuri password email Anda atau menyabotase akun Facebook Anda.

Terdapat hacker yang memang sengaja dipekerjakan oleh sebuah perusahaan besar untuk melindungi sistem komputer perushaan dari para hacker iseng. Ada pula hacker yang memang kerjanya melakukan aksi hanya untuk kesenangan belaka. Lebih nyelenh lagi ada pula para hacktivis yang tujuannya adalah melakukan protes atas kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Ada hacker yang memang dibayar untuk mendapatkan password, CAPTCHA, atau membobol akun untuk tujuan mendapatkan keuntungan. Lain lagi ada hacker yang bertujuan untuk mengeksploitasi, mempermalukan pihak tertentu. Semua definisi yang saya jelaskan diatas disebut sebagai’hacker’.

Kata ‘hacker’ selalu berkonotasi dengan hal yang negatif, kenapa? hal ini mungkin disebabkan banyak film yang mengekspos hacker dari segi negatifnya saja jadi pola yang terdapat di pikiran kita akan mendefinisikan hal yang sama pula. Untuk menangkis hal ini para hacker dari kubuh putih kemudian menciptakan sebutan lain yang lebih halus yang disebut sebagai ‘cracker’. Kata cracker diciptakan untuk melawan reaksi jurnalis yang mengartikan semua hacker sebagai kriminal.

Beberapa istilah hacker paling bagus didefinisikan oleh Eric Raymond, diantaranya adalah:

1.            Seorang yang sangat menikmati untuk mengeksplorasi program komputer dan mendorong kemampuan yang mereka miliki untuk melakukan hal yang berkebalikan dengan pengguna komputer pada umumnya.
2.            Seorang yang sangat antusias terhadap pemrograman komputer dibandingkan hanya dengan teori pemrograman itu sendiri.
3.            Seorang yang mampu untuk mengapresiasi hal-hal yang berkaitan dengan penerjangan ataupembobolan.
4.            Seorang yang mampu melakukan pemrograman dengan cepat.
5.            Seorang ahli dalam program tertentu.
6.            Seorang yang ahli atau antusias dibidang tertentu misalnya ‘astronomy hacker’.
7.            Seorang yang menikmati tantang intelektual, mampu memecahkan masalah
8.            secara kreatif, atau bekerja dengan sumber daya yang terbatas.
9.            Seorang yang mencampuri urusan orang lainnya (jahat) untuk menemuka informasi sensitif dengan cara menjelajahi sistem komputer untuk menemukan sandi hacker atau jaringan hacker. Kata yang benar untuk istilah ini adalah ‘cracker’.

Setelah melihat beberapa definisi hacker diatas Anda tergolong hacker yang mana? atau jangan-jangan Anda tertarik untuk menjadi hacker?



Tukar Link

Free Search Engine Submission