Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts

Thursday, 19 December 2013

Vivo Xplay 3S, Pertama Berlayar 2K Resmi Diluncurkan


Setelah banyak dirumorkan, akhirnya smartphone dengan layar 2K pertama didunia resmi diluncurkan oleh Vivo. Adalah Vivo Xplay 3S yang memiliki layar seluas 6  inci dengan resolusi qHD atau yang disebut dengan 2K dengan resolusi 2.560 x 1.440 piksel dengan kepadatan pixel 490ppi.
Berjalan diatas dengan Android 4.2 Jellybean dengan kustom interface yang disebut dengan Funtouch OS , Vivo Xplay 3S juga didukung oleh prosesor quad -core Krait CPU 400 2.3GHz, chipset Snapdragon 800, Adreno 330 GPU dan RAM 3GB setra TD- LTE dan FDD - LTE, demikian dilansir engadget.

Dibekali Kamera 13MP dengan aperture f/1.8 dan ada kamera depan 5MP, Vivo telah menciptakan aplikasi kamera yang disebut dengan Photo +, yang dapat membagikan video Anda ke cloud dan fitur augmented reality .

Memiliki berat 172gram, Phablet Xplay 3S mengandung bezel logam dengan memori rumah 32GB dan baterai berkapasitas 3.200 mAh.

Vivo memiliki fitur audio Xplay 3S TI OPA2604 amp , ESS Technology ES9018 DAC dan DTS Headphones:X, yang mampu mengemulasikan 7.1 bahkan 11.1 suara. Vivo menawarkan 200 film yang dapat digunakan dengan fitur Headphones:X (yakni layanan streaming yang menawarkan 400 film berkualitas 1080p dan 1000 film berkualitas 720p movies).

Melalui sistem pre order, Vivo Xplay 3S dibanderol dengan harga CNY 3.498 ($580 atau sekitar Rp 6,6Jutaan).


Sumber : Tabloid Pulsa 


Samsung Siap Ungkapkan Tablet AMOLED 10,5 inci Bulan Depan?


Menurut laporan dari salah satu media di korea ETNews mengatakan bahwa Samsung akan memperkenalkan sebuah tablet 10.5 inci dengan layar AMOLED bulan depan, yang akan diumumkan di event Consumer Electronics Show (CES) 2014.

Menurut laporan yang sama, perusahaan asal korea tersebut juga siap perkenalkan generasi terbaru dari tablet Galaxy Tab 7.7, yakni satu-satunya tablet AMOLED yang diluncurkan pada 2011 lalu. Laporan tersebut muncul setelah diketahui bahwa Galaxy Tab dengan layar AMOLED terbaru dikirimkan kurang dari seminggu lalu, demikian dilansir sammobile.

Tidak hanya itu laporan lain juga menyebutkan bahwa Samsung sedang mengerjakan tablet kedua 8 - inci dan tablet 10-inch dengan layar AMOLED yang akan diumumkan pada awal Februari.

Dengan banyaknya tablet AMOLED yang dipersiapkan oleh Samsung, tidak heran bahwa nantinya tablet berlayar AMOLED dengan piihan ukuran layar ini, akan banyak digunakan oleh pengguna.


Sumber : Tabloid Pulsa 

Perangkat Pertama Tizen Akan Tampilkan Bulan Februari?


Hari ini (19/12), Samsung dan Intel telah mengirimkan undangan untuk acara khusus ini pada 23 Februari di Barcelona, yakni sehari sebelum Mobile World Congress (MWC) akan dimulai. Melalui acara ini diduga Samsung diduga akan memperkenalkan perangkat komersial pertama Tizen.
Pada acara tersebut Samsung dan TIzen menjanjikan "sebuah sneak preview eksklusif dari perangkat Tizen terbaru serta kesempatan untuk belajar tentang tonggak utama proyek Tizen yang telah tercapai sejak acara tahun lalu." demikian dilansir sammobile.

Menurut berbagai beberapa analists, Samsung berada di bawah tekanan untuk menunjukkan perangkat komersial Tizen, hal ini dikerenakan smartphone dengan sistem operasi baru seperti FireFox OS dan Jolla, sudah berjalan secara komersial dan sudah tersedia untuk pengguna.

Selain itu Samsung dan Intel juga tidak berhasil merilis smartphone Tizen ini pada semester kedua tahun ini, yang awalnya mereka rencanakan.

So untuk kebenarannya, kita tunggu saja hingga bulan Februari 2014 mendatang.

Sumber : Tabloid Pulsa

Wednesday, 18 December 2013

iPad Pro dengan Layar 12.9 Inchi Beresolusi 2K dan 4K Hadir 2014?


Rumor panas soal Apple yang disebut tengah menggarap iPad berlayar jumbo kembali menyeruak di jagat maya.

Kali ini seorang sumber di situs International Business Times (IBT) mengklaim bahwa pihaknya memiliki sejumlah detil informasi terkait iPad berlayar besar yang kini disebut sebagai ‘iPad Pro’.

Sejatinya, pada kabar sebelumnya iPad Pro memang telah menjadi bahan perbincangan, di mana tablet ini disebut bakal datang dengan layar berukuran 12.9 inchi.

Lebih menarik lagi, seperti diungkap sumber di IBT, Apple disebut tengah menggarap beberapa versi dari iPad Pro. Bahkan secara rinci, jadwal peluncuran untuk tablet tersebut juga dibocorkan sumber tadi. Apple dikatakan bakal meluncurkan iPad Pro versi perdananya dengan resolusi quad HD (2K) pada bulan April tahun depan. Sementara versi lainnya yang akan datang dengan layar beresolusi ultra HD (4K) bakal dirilis pada Oktober 2014.    


Selain iPad Pro beresolusi Ultra HD, menurut rumor yang berkembang sebelumnya Apple juga diduga bakal meluncurkan iPhone terbaru dan iWatch pada bulan yang sama, yakni Oktober 2014. Benarkah? (Ozi)

Sumber : Tabloid Pulsa

Wednesday, 11 December 2013

iPhone 5S dan iPhone 5C Segera Masuk Indonesia?

(postel.go.id)

Liputan6.com, Jakarta : Apple telah merilis dua seri smartphone terbarunya yaitu iPhone 5S dan iPhone 5C di berbagai negara. Kabar baik bagi para penggemar produk Apple, kedua seri iPhone teranyar itu sepertinya tak akan lama lagi masuk ke pasar Indonesia.

Hal itu terlihat dari laman resmi milik lembaga ujicoba sertifikasi perangkat teknologi (Postel). Seperti perangkat komunikasi lain, iPhone 5S dan iPhone 5C harus mendapat restu Postel agar bisa melenggang di pasar smartphone Tanah Air.

Di laman tersebut tertulis pengajuan sertifikasi perangkat dengan kode Apple - A1530 dan Apple - A1529 yang merupakan nomor model iPhone 5S dan iPhone 5C yang telah mendapat dukungan konektivitas 4G LTE (long term evolution).

Hasil penelusuran Tim Tekno Liputan6.com memperlihatkan kedua model smartphone terbaru dari Apple itu terlihat sudah memasuki tahap sertifikasi di balai uji direktorat jenderal sumber daya perangkat pos dan informatika (Ditjen SDPPI). Bahkan keduanya dalam status pencetakan sertifikasi.

Dalam daftar yang dimiliki Postel terdapat nama beberapa distributor besar yang tercantum sebagai pengaju sertifikasi iPhone 5S maupun iPhone 5C tersebut.

PT Trikomsel Oke, PT Surya Citra Multimedia (SCM), PT Mitra Telekomunikasi Selular (MTS) dan Apple South Asia Pte Ltd terlihat sebagai perusahaan yang telah mendapat status sertifikasi dicetak dari pengajuannya.

Sayang, meskipun status ujicoba perangkat telah memasuki tahapan cetak sertifikat masih belum diketahui kapan kedua handset itu akan benar-benar masuk ke pasar Indonesia. Bagi para Apple Fanboys harap bersabar ya. (den)

Sumber : Liputan6dotcom



Thursday, 5 December 2013

Sony Xperia ZR ( Famili Xperia Z Paling Mungil )

Setelah Xperia Z, ZL, Z Ultra dan Z1 yang menyasar pengguna kelas hi-end. Sony akhirnya melayani penggemar ke mid-high yang penasaran dengan rangkaian seri Xperia Z dengan menghadirkan Xperia ZR. Di ponsel ini, pabrikan ponsel terbaik asal negeri sakura tersebut mengecilkan ukuran layar serta fisik tanpa mengurangi sedikit pun kemampuan hardware yang secara langsung mempengaruhi performa. Semenarik itukah?

Desain

131.3 x 67.3 x 10.5 mm| 138 gram| full touchscreen| material kaca anti pecah dan gores

Dari sisi depan, Xperia ZR bisa dengan mudah dikenali sebagai salah satu bagian dari rangkaian seri Xperia kelas premium. Ponsel ini berbagi desain yang mirip dengan Xperia Z, ZL, Z Ultra dan Z1.

ZR memiliki bodi paling tebal jika dibandingkan pendahulunya di seri Xperia Z.



Dibandingkan sang pionir, Xperia Z, ponsel ini tampak sedikit kehilangan kesan premium terutama dibagian belakang. Hal ini disebabkan penggunaan bahan kaca premium tangguh pada Xperia Z original yang jelas lebih berkelas jika dibandingkan plastik doff yang dimiliki ponsel ini.

Di lain sisi, pemilihan finishing doff ini membuat ZR tidak mudah dikotori dengan noda sidik jari yang menjadi masalah pada ponsel berbahan plastik glossy atau kaca.

PULSA menyukai kehadiran tombol fisik shutter kamera di ponsel ini yang absen pada Xperia Z dan Z Ultra

Tahan Air dan Debu

IP55 dan IP58

ZR masih mewarisi ketahanan terhadap air seperti beberapa pendahulunya di kelas hi-end, dengan rating yang sama seperti milik Z1 dan Z Ultra.

Artinya, ZR tidak akan menemukan masalah jika harus terendam di dalam air dengan kedalaman mencapai 1.5 meter hingga selama 30 menit.

Sebuah upgrade jika dibandingkan Xperia Z yang hanya mempunyai rating IP57 (kedalaman hingga 1M).

Namun ada pula perbedaan pada ZR jika dibanding seri Z dari Sony Xperia lainnya. ZR memiliki backcover yang bisa dibuka untuk memberi pengguna akses menuju baterai, slot microSIM dan kartu memori yang tersembunyi dibaliknya.

Hal ini membuat pengguna harus berhati-hati dan memastikan untuk menutup backcover serta penutup port microUSB dan audio rapat-rapat sebelum membawanya ke dalam air.

Display

Layar sentuh TFT kapasitif| 16 juta warna| 720 x 1280 pixels| 4.55 inches| ~323 ppi pixel density| multi touch| Sony Mobile BRAVIA Engine 2|

Dibandingkan Xperia Z, ponsel ini mengalami 2 penurunan disektor layar, yaitu pada panjang bentang diagonal layar (4.55 berbanding 5 inci) dan resolusi yang dimilikinya (720p berbanding 1080p).

Namun kedua hal tersebut tidak banyak mempengaruhi performa tampilan layar ZR, karena layar ponsel ini masih tampak bagus bahkan kualitasnya tidak jauh berbeda dari yang disajikan Xperia Z.

Dengan kerapatan piksel mencapai 323 piksel per inci grafis yang ditampilkan layar ZR tampak tajam dan jelas.

Juga mengadopsi generasi kedua Sony Mobile BRAVIA Engine, layar Xperia ZR mampu mengoptimalisasi pengaturan kecerahan, saturasi serta ketajaman  saat memutar video atau menampilkan koleksi gambar. Layar ponsel ini juga memiliki kontras dan keluaran warna yang sangat baik.

Dengan teknologi panel OptiContrast layar ZR menampilkan gambar dengan sangat jelas saat hidup dan tampak hitam pekat saat dimatikan, sehingga batasan antara layar dan margin disekitarnya tidak terlihat kecuali jika diperhatikan secara jeli.

Sistem Operasi dan UI

Android OS| v4.1 (Jelly Bean), upgradeable to v4.2 (Jelly Bean)|

Diluncurkan dengan versi Android 4.1, ZR dijanjikan untuk segera mendapatkan update menuju versi 4.2. Bahkan menurut rumor, versi 4.3 akan menyusul setelahnya.

Berkat balutan Timescape UI khas Sony, pengalaman penggunaan pada ZR boleh dikatakan serupa dengan seluruh smartphone Xperia terkini.

Efek animatif serupa kerai bambu masih menghiasi sajian lockscreen saat pengguna menyentuh layar untuk mengaktifkannya. Tersedia dua ikon shortcut masing-masing untuk aplikasi musik dan kamera.

Homescreen secara default terdiri dari 5 panel dengan kombinasi widget dan shortcut yang sama dengan yang PULSA temukan di produk-produk Xperia sebelumnya. Tentu saja pengguna bisa menambahkan panel homescreen hingga menjadi 7 buah.

Anda juga bisa menambahkan widgets, shortcut aplikasi, mengubah wallpaper dan theme dengan melakukan pinch zooming atau menahan jari pada area kosong di salah satu panel homescreen.

Hardware dan Benchmark

Prosesor Quad-core 1.5 GHz Krait| Qualcomm APQ8064 chipset| Adreno 320 GPU| 2GB RAM| 8 GB Internal Storage| external: up to 32GB| baterai Li-Ion 2300 mAh|

Kombinasi perangkat keras yang dimiliki Xperia ZR dibalik dapur pacunya nyaris identik dengan yang digunakan Sony pada Xperia Z. Perbedaan terdapat pada memori internal yang dimiliki keduanya. ZR hanya memiliki kapasitas penyimpanana data sebatas 50% dari yang dipunyai Xperia Z.

Selain itu daya maksimal yang dimiliki baterai keduanya juga berbeda meski hanya dalam jumlah yang sangat kecil. Dan lagi layar ZR yang lebih sempit  tentu membutuhkan daya lebih sedikit dibanding milik Xperia Z.

Konektifitas

Quad band GSM(850/900/1800/1900)| Penta band HSDPA (850/900/1700/1900/2100)| GPRS Up to 107 kbps| EDGE Up to 296 kbps| HSDPA, 42 Mbps| HSUPA, 5.8 Mbps| Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, DLNA, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot| Bluetooth v4.0 with A2DP| NFC| microUSB (MHL) v2.0|

Unit Xperia ZR yang PULSA miliki sekaligus yang beredar secara resmi di tanah air, merupakan seri model C5502 yang tidak mendukung konektifitas 4G LTE.

Namun diluar itu pengguna disuguhkan sebgian besar pilihan konektifitas yang mungkin dibutuhkan dari sebuah perangkat kelas high end yang terintegrasi secara mendalam pada sejumlah fitur dan aplikasi bawaan Xperia ZR.

Misalnya saja pengguna bisa menampilkan foto, memutar video atau mendengarkan musik yang tersimpan dalam ponsel pada perangkat lain dengan memanfaatkan sambungan wifi berkat pilihan fitur Throw yang terdapat pada aplikasi Walkman, Album maupun Movies.

Sayang, seperti halnya Xperia Z, ZR tidak dilengkapi pemancar inframerah yang bisa digunakan untuk menjalankan fungsi remote control seperti yang PULSA temukan pada Xperia ZL.

Kamera

13.1 MP| 4128x3096 pixels| autofocus| LED flash| Geo-tagging| touch focus| face detection| image stabilization| HDR| sweep panorama| Perekam video 1080p@30fps, continuous autofocus, video light, video stabilizer, HDR| Kamera sekunder : VGA|

Xperia ZR dilengkapi kamera 13 megapiksel yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 4128 x 3096 piksel. Namun dalam mode superior auto, pengguna hanya dapat memilih resolusi maksimal 12 megapiksel (3920 x 2940 piksel).

Superior auto sendiri merupakan fitur salah satu fitur andalan Sony yang belakangan menjadi langganan pada kamera produk Xperia terkini.

Fitur ini membuat kamera menentukan sendiri seluruh pengaturan yang dibutuhkan untuk menangkap gambar terbaik, sesuai dengan kondisi pencahayaan di sekitar objek.



Seperti pada Xperia Z, ponsel ini juga memiliki fitur HDR pada mode perekam video berkat teknologi Exmor RS yang diusungnya.

Dengan adanya fitur HDR pengguna bisa menangkap detail  pada video meski kondisi backlight sangat terang ataupun dalam kondisi pencahayaan redup.

Dan hal paling menarik tentu saja kehadiran tombol shutter fisik. Dengannya pengguna bisa lebih mudah mengambil gambar di bawah air, hal yang sebelumnya sulit dilakukan pada Xperia Z dan Z Ultra.

Hasil Kamera







Kelebihan
•    Layar 4.55 inci berkualitas
•    Kamera 13 MP dan 1080p
•    Tombol shutter fisik
•    Quadcore 1.5GHz krait
•    Tangguh dan tahan air

Kekurangan
•    Harga relatif mahal

Kesimpulan

ZR boleh dikatakan sebagai versi downgrade dari Xperia Z. Dengan hanya memangkas luas layar (dan resolusinya) serta dimensi fisik, ponsel ini menyasar pengguna yang berada satu kelas di bawah pengguna ponsel flagship atau kelas menengah atas. Selebihnya ponsel ini sebenarnya mempunyai kuaitas yang sama baiknya dengan Xperia Z.

Bahkan Sony meng-upgrade rating ketangguhan ponsel ini dan menambahkan tombol shutter fisik, sebuah hal kecil namun sangat penting untuk memudahkan penggunaan kamera saat berada di bawah air.


Penulis : Anwar Aburizal
Sumber : Tabloid Pulsa

Smartfren Andromax T

Smartfren bisa jadi merupakan operator dengan produk bundling smartphone tersukses di tanah air. Guna mempertahankan posisinya, Smartfren pun melengkapi rangkaian smartphone Andromax-nya dengan meluncurkan seri T.

Tidak seperti seri I dan U yang telah memiliki 2 generasi, seri T merupakan tipe baru. Menyasar pengguna kelas menengah ke bawah, Andromax T mengedepankan desain dengan keunggulan bodi yang tipis.

Desain

125x60x7.8mm|109 gram| full touchscreen| material plastik| port audio 3.5 mm, port micro USB; tombol power/lock; lubang mic; volume rocker (sekeliling ponsel dari sisi atas)| 3 tombol kapasitif di bawah layar (menu, home dan back)

Seperti disebutkan, hal yang paling menonjol dari sektor desain ponsel ini ada pada ketebalannya yang hanya sebatas 7.8mm saja. Mungkin itulah salah satu alasan Smartfren memilih abjad T untuk seri yang satu ini sebagain akronim dari tipis atau thin.

Back cover didesain menyatu hingga sisi-sisi ponsel memberi kesan seolah ponsel ini berdesain unibody. Namun sebenarnya bagian ini bisa dibuka untuk memberi pengguna akses menuju slot kartu RUIM, SIM dan kartu memori mircoSD.



Meski begitu, baterai ponsel ini tidak bisa dilepas sendiri oleh pengguna dan Smartfren pun telah menyediakan peringatan berupa tulisan untuk tidak melakukannya yang dicetak pada baterai.

Meski hanya tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih, Smartfren menyediakan pilihan casing backdoor warna-warni yang bisa dibeli secara terpisah.

Display

Layar sentuh IPS+ OGS kapasitif| 16 juta warna| 540x960pixels| 4.3 inci| 256 ppi| multi touch

Seperti beberapa tipe Andromax lain yang muncul belakangan, Smartfren juga memilihkan panel layar IPS bagi Andromax T.

Panel layar berteknologi ini dikenal karakteristik response time cepat, viewing angle luas dan keluaran warna yang cukup baik.



Dengan bentang diagonal layar sepanjang 4.3inci, resolusi qHD memberinya tingkat kerapatan piksel di angka yang cukup baik untuk ponsel kelas menengah (256.15ppi). Hal tersebut memberi kemampuan layar Andromax T untuk menampilkan gambar dalam sajian yang cukup tajam.

Dengan One Glass Solution yang menyatukan panel layar, sensor sentuh dan pelapis kaca, grafis yang tersaji di layar akan tampak menempel langsung dengan jari pengguna ketika disentuh. Hal ini juga membuat gambar yang ditampilkan terlihat lebih jernih.

Sistem Operasi dan UI

Android OS| v4.1.2 (Jelly Bean)

Smartfren mebekali Andromax T dengan Android Jellybean meski bukan pada versi yang paling gress.

Untuk mengakomodasi perpindahan antar menu, ponsel ini mengandalkan 3 tombol kapasitif di bawah layar guna mendukung layar sentuhnya. Sayangnya tombol tersebut hanya diwakili oleh simbol titik untuk back dan menu, sedang tombol home direpresentasi oleh lingkaran. Hal tersebut mungkin akan membuat pengguna yang pernah mencoba beberapa produk Android akan sedikit kebingungan dan salah menekan antara tombol back dan menu saat pertama menggunakan ponsel ini.

Lockscreen tampak memberi pengguna akses untuk mengaktifkan layar atau menuju fitur Google Now dan kamera.

Homescreen terdiri dari 5 panel yang tidak bisa ditambah atau dikurangi. Kelima panel hanya dihiasi Google search bar dan dock di bagian bawah layar yang menampung tombol menuju App drawer, serta 4 ikon shortcut.

App drawer terdiri dari 3 halaman aplikasi dan 6 halaman widget yang siap dipasang ke salah satu panel homescreen untuk mempermudah akses.

Hardware

Prosesor Quad-core 1.2 GHz| Qualcomm Snapdragon MSM8625Q| Adreno 203 GPU| 1GB RAM| Internal Storage: 4GB| external: microSD, up to 32 GB| baterai Li-Ion 1600 mAh

Tidak banyak smartphone Android yang bersaing dikisaran harga kurang dari 2 jutaan. Demi menghadirkan smartphone quadcore dengan harga bersahabat pun, Andromax T menggunakan chipset yang tergolong usang. Yup, chipset dengan Snapdragon besutan Qualcomm dengan seri MSM8625Q sudah ada sejak sebelum pertengahan tahun lalu.

Namun soal performa, chipset ini masih bisa diandalkan, apalagi untuk kelas harga 1 jutaan performa yang disajikan ponsel ini masih tergolong handal. Nilai yang diberikan 2 aplikasi benchmarking langganan kami pun menunjukkan bahwa Andromax T memiliki performa yang cukup mampu bersaing dengan produk flagship brand internasional generasi sebelumnya.

Perbandingan Hasil Benchmark

Konektifitas

Dual ON CDMA-GSM| Menggunakan Mini CDMA RUIM dan Mini GSM SIM| CDMA 800MHz| GSM 850/900/1800/1900MHz| CDMA 2000 1x EVDO Rev A| GSM EDGE| Wi-Fi 802.11 a/b/g/n| Wi-Fi hotspot| Bluetooth 3.0 with A2DP| microUSB v2.0

Seperti telah menjadi tradisi dari seri Andromax sejak beberapa produk sebelumnya, Andromax T mendukung konektifitas dual ON CDMA-GSM.

Pada mode CDMA ponsel ini mampu berjalan di jalur EVDO Rev A dengan kecepatan download maksimal 3,1Mbps dan upload hingga 1,8Mbps.

Sementara saat menggunakan sambungan data GSM pengguna sayangnya hanya dapat menikmati jalur data sebatas GPRS saja.

Diluar itu, tersedia pilihan konektifitas lain seperti wifi dengan kapabilitas mobile hotspot yang mampu melayani hingga 5 perangkat lain atau USB yang selain bisa menghubungkan ponsel ke komputer sebagai media penyimpanan massa (mass storage) melainkan juga untuk menggunakan fitur USB tethering, sehingga pengguna dapat menggunakan ponsel ini sebagai modem.

Bundling Smartfren

Andromax T sendiri merupakan rebrand dari produk besutan Innos dengan tipe model AD682J.

Bundling Smartfren Andromax T dengan kartu perdana Smartfren yang ditawarkan seharga Rp 1.799.000 ini termasuk paket Smart Plan seharga Rp. 50.000.
Paket ini terdiri dari 1.5 GB volume data, 20 menit nelpon ke operator lain, nelpon sepuasnya ke semua Smartfren dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.

Kamera

8 MP|3200x2400 piksel| autofokus|LED flash| kamera sekunder : 2MP| Perekam video HD

Andromax T dibekali kamera 8MP dengan fitur autofokus. Tersedia 6 efek warna, 7 scene mode  dan fitur HDR.



Hasil bidikan kamera Andromax T memang tidak istimewa, dan hanya tergolong biasa saja. Bahkan saat di dalam ruangan atau ketika kondisi pencahayaan redup, hasil foto ponsel ini terbilang mengecewakan. Beruntung tersedia lampu flash LED untuk membantu menerangi objek foto.

Sayangnya, meski memiliki memori internal sebesar 4GB pengguna tetap tidak bisa memotret atau merekam video tanpa memasukkan microSD kedalam ponsel sebagai memori eksternal sekaligus tempat menyimpan data hasil bidikan kamera Andromax T.

Hasil Kamera




 Kelebihan
•    Harga bersahabat
•    Android Jelly Bean 4.1
•    Prosesor Quad core
•    Performa apik

Kekurangan
•    Tidak bisamemotret tanpa mircoSD
•    GSM hanya sebatas GPRS

Kesimpulan

Dibandingkan dengan banderol harganya, paket yang ditawarkan Smartfren pada Andromax T secara keseluruhan boleh dikatakan menguntungkan penggunanya. Bagaimana tidak, dengan dana 1,7 jutaan saja pengguna sudah mendapatkan smartphone quadcore yang menjanjikan performa apik, berbodi tipis nan elegan, serta kamera yang lumayan bagus untuk kelas harga menengah bawah.

Tentu produk ini bukan tanpa kekurangan, namun pembatasan untuk berjalan di jalur data sebatas GPRS pada mode GSM tentu sangat bisa dipahami, mengingat Smartfren tentu ingin layanan datanya menjadi pilihan utama pengguna Andromax T.



Penulis: Anwar Aburizal @yuanzroc
Sumber : Tabloid Pulsa

Tukar Link

Free Search Engine Submission