Sunday, 6 January 2013

PAKET BORE-UP DAN KOREK HARIAN HONDA SUPRA X 125

Honda Supra X 125 (HSX125) atau Karisma 125 (K125) identik sebagai besutan bokap-bokap (bapak-bapak)? Huss.., jangan  salah, Sob! Faktanya, kawula muda juga banyak yang pake, kok.

Buktinya, lewat email mr.Testo10@gmail, facebook; Tester Otomotif, banyak pemilik motor itu yang minta Mr. Testo untuk kasih panduan untuk mengupgrade performanya. Bahkan besutan tipe ini juga  diandalkan di arena balap, road race, lo.

Cuma ya itu, emang khusus penunggang kuda besi yang berjiwa muda, mengoprek mesinnya bisa jadi sebuah keharusan. “Itu dilakukan bisa karena untuk memenuhi aktivitas sehari-hari, bisa juga emang karena pemiliknya speedgoers,” ungkap Nazar, bos Nazar Motor (NM) di Jl. Kebagusan Raya II No.22, Jaksel.

Nah buat bikin ngacir kedua tipe motor itu, ada 2 racikan yang biasa dilakukan bengkel: paket korek harian (kohar) dan paket bore-up. “Kedua motor ini mesinnya sama, sehingga part pendongkrak performanya juga sama,” tegas Nazar.

Kohar
Banyak diminati motormania yang berkantong pas-pasan. Pasalnya komponen  yang mesti ditebus enggak terlalu banyak, serta ubahan pada mesin tidak terlalu ekstrem. Begitu pula budget-nya, lebih murah dibanding bore-up. Biayanya Rp 250–600 ribu, tergantung banyaknya ubahan/korekan. Pengerjaannya juga tidak butuh waktu lama, sekitar 1-2 hari.

“Ubahan utama,  porting-polish lubang intake dan exhaust. Lalu ganti spuyer ukuran lebih besar dan ganti knalpot model freeflow atau cukup bobok knalpot standarnya saja. Korekan ini dijamin sudah terasa lebih ngacir dibanding standar pabrik,” yakin Fiki Farhan, kepala mekanik Adrian Motor (AM) di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.
Piston dan Ring Piston
Koil


Knalpot
Karburator PE28
Bore-Up
Dipilih bagi yang punya dana berlebih. “Meski harus keluarin dana hingga di atas Rp 1,5 juta buat tebus part-nya, namun ada kepuasan tersendiri bila sudah aplikasi hal ini,” ungkap Mujad, penggawang Racing Mujad Continue (RMC) di Jl. Pala Kali Raya, Kukusan, Depok-Jabar.

Selain part yang ditebus banyak, pengerjaan paket ini juga lebih ekstrem dibanding kohar. “Minimal ganti piston berdiameter lebih besar dari standarnya. Lalu aplikasi noken as racing, knalpot freeflow dan CDI aftermarket,” tutur Harrinovrian, empunya Hari Motor (HM) Jl. H. Naman No.2B, Pondok Kelapa, Jaktim.

Tak ayal, dana yang mesti dipersiapkan juga lebih besar. Begitu pula pengerjaannya. Para tunner rata-rata mematok 3 hari – 1 minggu, sudah termasuk setting. “Pokoknya pelanggan terima beres,” imbuh Trisno, empunya Bengkel Ario Motor (BAM) di bilangan Srengseng, Jakbar.'

PARTS SUBTITUSI HONDA SUPRA X 125

Sudah jadi kesepakatan enggak tertulis, kalo tiap motor pasti spare-partnya bisa disubstitusi dari besutan lain. Gitu juga di Honda Supra X 125 dan Karisma 125. Maklum, inilah jurus ampuh dalam mengatasi beragam problematika soal komponen.

Pilihannya, bisa comot dari merek kuda besi lain atau dari sama-sama Honda. Eits tunggu dulu, ternyata ada benefit lain yang bisa didapat dari jurus substitusi ini, lo! Bisa jadi harganya lebih murah atau kualitas yang lebih yahud.


Keteng
Rantai dari kruk-as ke noken as Supra X 125 yang part number-nya 14401KPH901 di price list tertera Rp 63 ribu ini bisa digantikan sama milik Shogun 125 (part number 12760B20611N000), berbanderol Rp 59 ribu, “Pokoknya ‘plek’ abis, gak pake acara ribet-ribet potong keteng. Soal harga emang beda tipis, tapi materialnya lebih ‘badakan’ punya Shogun” yakin Iwan, pemilik sekaligus mekanik bengkel Kancil TPZ.

Kampas Kopling
Part fast moving ini akur sama punya Yamaha Jupiter MX. Emang dijual lebih mahal karena per set kampas kopling Supra X 125 dijajakan Rp 125-150 ribu, sedang MX dijual per lembar Rp 75 ribu. Tapi soal awet-awetan, kampas MX boleh diadu. “Punya MX lebih tebal, juga tahan panas dan gak gampang getas,” beber mekanik asal Semarang, Jateng ini.
Piston
Masih ujar Iwan, “Buat Supra X 125 yang kompresinya sudah mulai loyo, ada solusinya neh. Kalo cari yang oversizean-nya agak susah, mungkin bisa lirik yang satu ini. “Jika dinding liner cuma baret tipis bisa pakai Kawasaki ZX130. Sebab piston Supra X 125 aslinya punya ukuran 52,4 mm, sedang ZX 53 mm, pen pistonnya sama ukuran 13 mm, udah gitu yang ZX model pistonnya jenong.”


Rantai & Kampas Rem
Kedua peranti di atas tentu sama banget antara punya Supra X 125 dengan Karisma 125 (ada sekitar 540 part yang sama antara keduanya motor itu, termasuk kampas rem dan rantai). Jadi, bisa saling tuker pakai. Gak perlu repot nyari-nya, kan?

Tapi buat Supra X 125 yang suka kerja berat bisa lirik deh, rantai set-nya Supra Fit, sebab tipenya 428 (lebih tebal) dibanding asli bawaan Supra X 125 yang 420.
 

Penulis/Foto: Iman / Iman

PILIHAN STAGE 1-3 UNTUK UPGRADE HEAD SILINDER HONDA SUPRA X 125

Bagi penyuka kecepatan, pembenahan kepala si­lin­der Honda Supra X 125 atau Karisma 125 jadi solusi menyenangkan. Pilihan atau stage rombakan bisa sesuai kebutuhan.

“Mau ekstrem, pakai klep mobil atau sekadar upgrade pakai klep motor lain,” jelas Indra Putra Laksana dari 35 Workshop di Ciganjur, Jaksel.

Tentu stage modifikasi sangat bergantung budget yang dikeluarkan. Semakin tinggi stage, biaya juga lebih besar.

“Rombakan klep mobil atau stage 3 menuntut pengerjaan lebih banyak pula,” terang Erwin Oei, spesialis modifikasi kepala silinder di daerah Ciputat, Tangerang.
Material bos klep juga menentukan harga
Pilihan klep besar sesuai kebutuhan

Las Dan Cor
Upgrade kepala silinder harus pas. Tak boleh terlalu ekstrem tapi jangan nanggung. Makanya rombakan head sangat bergantung dari kapasitas silinder. Semisal volume silinder tak lebih dari 150 cc, sebaiknya gunakan klep inlet dan exhaust dari Suzuki Shogun yang berdiameter 25,5 (in) dan 21,5 mm (ex).

Berbanding lurus dengan itu, bila ‘modif’ mesin sudah di atas 200 cc, silakan pakai klep besar seperti Toyota Camry yang berdiameter 33 mm (in) dan 29 mm (ex). Atau seri ‘EE’ berdiameter 31 mm (in) dan 25,5 mm (ex). Harap diperhatikan proses pengerjaannya agar hasil presisi.

Untuk alasan itu, Akiang, panggilan akrab Erwin, memberi tips seputar kepala silinder Karisma. Posisi klep yang berseberangan (crossed-type), mewajibkan penggeseran lubang klep dan valve sitting agar klep besar tadi bisa duduk manis. Proses pengerjaan meliputi pembuatan bos klep hingga pergeseran derajat dudukan (bibir) klep.

Tak hanya membuat ‘rumah’ baru untuk dua buah batang klep yang dikerjakan dengan api las, bos klep model ulir yang memakai material bronze atau kuningan ikut dipersiapkan. “Nantinya, bos klep model ulir terpasang ke kepala silinder dengan cara diputar layaknya memasang mur,” terang Akiang.

Namun hal ini tak berlaku bila diameter payung klep masih kriteria stage 1. Pengerjaan rumah bibir klep hanya sebatas pembesaran dengan mesin cutting khusus. Rumah batang klep tak perlu geser dengan menutup lubang lama (dicor) dan membuat lubang baru. “Makanya biaya juga relatif murah,” terang Akiang.

Sebagai perbandingan saja, merombak diameter klep dengan yang lebih besar (25,5 dan 21,5 mm), kena biaya sekitar Rp 300 ribu di luar belanja klep (Rp 80 ribu).

Sementara pemakaian klep mobil alias stage 3 bisa memakan biaya modifikasi antara Rp 500-700 ribu tergantung spesifikasi dan material (bahan) yang digunakan. Klep Toyota Camry bisa mencapai Rp 180 ribu dan klep seri ‘EE’ dipatok sekitar Rp 190 ribu.

MERAWAT CAT MOTOR AGAR TETAP KINCLONG

Apakah anda bingung cara merawat cat motor anda agar tetap tampil kinclong. Kalau bingung ini ada beberapa tips agar motor anda tetap Kinclong dan menarik lebih lama.


1. Jangan Mencuci Motor dengan Deterjen atau Sabun Colek
Mencuci motor dengan deterjen atau sabun colek sangat tidak dianjurkan. Karena kandungan kimia deterjen atau sabun colek disesuaian untuk mencuci kotoran pada kain sehingga kandungan kimianya sangat keras bisa merusak cat motor. Oleh karena gunakanlah selalu Shampoo motor untuk mencuci motor anda, karena zat kimia yang terkandung didalamnya disesuaikan agar tidak merusak warna cat motor anda.


2. Proses Pengeringan Harus Sempurna
Proses pengeringan yang tidak sempurna meninggalkan bercak air yang bisa merusak cat motor anda. Karena hal ini akan menyebabkan timbulnya noda air dan jamur yang  nantinya akan sulit di hilangkan. Oleh karena itu usahakan anda mengeringkan motor anda dengan sempurna, selalu gunakan kanebo yang bersih agar permukaan cat tidak tergores dan kering dengan sempurna.
3. Hindari parkir tempat terbuka (tanpa atap) dalam waktu yang lama
Parkir ditempat terbuka tanpa atap akan merusak cat motor anda karena terik sinar matahari dan embun bisa membuat warna cat motor kamu menjadi kusam dan menimbulkan karat pada bagian motor  yang terbuat dari logam.


4. Jangan terlalu sering menggunakan cairan pengkilap motor
Penggunaan cairan khusus untuk mengkilapkan warna motor kalau terlalu sering lama-kelamaan akan mengakibatkan cat terkikis sehingga akan pudar dan luntur.


5. Pemasangan stiker motor yang berlebihan
Pemasangan stiker yang berlebihan akan mengakibatkan cat motor anda terdapat bekas karena ketika akan di lepas maka lapisan pelindung cat pada body motor akan ikut terlepas dan bekasnya akan terlihat cukup jelas.

Kelima tips di atas mudah-mudahan berguna bagi anda yang ingin motornya tampil selalu kinclong dan tampak baru.
 

PANDUAN PILIH KNALPOT BUAT HONDA SUPRA X 125

Butuh panduan beli knalpot buat Honda Supra X 125 atau Karisma 125? Siappp.. nih, kita kasih hasil tes 5 produk yang jadi bahan pertimbangan.

Ada AHRS F4 Hexacone 02, Ahau, Nob1 3Bold Series, Stanlee dan SKR. Pengujian performa pakai Honda Supra X 125 tahun 2005 kondisi standar, jarak tempuh 50 ribu km.

Pengukur tenaga dan torsi, digunakan dynamometer merek DYNOmite milik Ultraspeed di Jl. Dr. Ciptomangunkusumo No.42, Ciledug (H. Mencong), Tangerang. Tiap knalpot diuji 3 kali run, bahan bakar Premium.

Pakai knalpot standar, tenaga terukur 10,3 dk/7.150 rpm, torsi 11,7 Nm/5.250 rpm (ingat, ini data motor yang kami pakai tes, ya!). Hasil tes knalpot aftermarketnya, ada di bawah!

AHRS F4 Hexacone 02
Dibuat dari pelat yang dikrom. Antara leher dan silencer dibikin model slip-on yang diperkuat 2 buah per, memudahkan kala bongkar pasang dan tak gampang patah. Silencer berbentuk oval dengan lubang belah ketupat, tampak sporti.

Menurut Asep Rohendi, telemarketing AHRS, knalpot ini dijual Rp 350 ribu. Setelah dipasang, tenaga yang dihasilkan mencapai 10,82 dk/7.600 rpm, torsi 12,2 Nm/5.100 rpm. Peningkatan tenaganya sebesar 0,53 dk, torsi 0,5 Nm. Suaranya cukup nyaring.

Ahau
Leher terbuat dari besi yang dikrom, bagian silencer dari pipa aluminium. Suaranya tergolong nyaring. “Harga eceran tertingginya (HET) Rp 250 ribu,” kata Ergus Oei, dari bengkel R59, di kawasan Ciputat, Tangerang yang menjajakan knalpot ini. Setelah didyno, tenaga jadi 10,94 dk/7.300 rpm, torsi 12 Nm/5.100 rpm. Naik 0,64 dk dan 0,3 Nm.

Nob1 3Bold
Penampilannya tergolong sporti, silencer-nya oval mirip AHRS. Penyambungan silencer dan leher dari besi dikrom, dengan sistem slip-on. Kelebihannya, diberi pelindung plastik penahan panas. Suara tergolong lembut, jika ingin lebih senyap, diberi opsi db-killer.

“Dijual Rp 275 ribu,” terang Rio Napon, marketing knalpot yang pengemasannya tergolong rapi ini. Tenaga yang dihasilkan jadi 10,52 dk/8.000 rpm, torsi 12,1 Nm/5.100 rpm. Naik 0,22 dk dan 0,4 Nm.

Stanlee
Dibuat dari stainless steel. Tampilannya terkesan elegan, dengan peredam besar dan suara paling lembut. “Harganya Rp 550 ribu, dan kami garansi 3 tahun,” urai Andri, pemilik merek ini. Kenaikan tenaga cukup besar, jadi 10,92 dk/7.550 rpm, torsi 12 Nm/5.200 rpm. Atau naik 0,62 dk dan 0,3 Nm.

SKR
Diracik dari pelat galvanis, diberi pernis. Sedang silencer pakai pipa aluminium. Suara yang dihasilkan tergolong sangat nyaring.

Knalpot ini bikinan Gondrong, alias Misjaya. “Harganya hanya Rp 150 ribu,” terangnya. Power yang bisa diraih mencapai 11 dk/7.300 rpm, torsinya 11,8 Nm/5.400 rpm. Artinya naik 0,7 dk dan 0,1 Nm.

Kesimpulan

Peningkatan performa lewat pemasangan knalpot aftermarket ini dari 0,22 dk sampai 0,7 dk. Sedang torsi antara 0,1 Nm sampai 0,5 Nm. Jika mau lebih maksimal, mesti setingan lain, seperti diungkapkan Freddy A Gautama, pemilik Ultraspeed, “Minimal setting ulang karburator."
Data Performa
Merk Tenaga Torsi
Standar 10,3 dk / 7.150 rpm 11,7 nm / 5.250 rpm
AHRS F4 Hexacone 02 10,82 dk / 7.600 rpm 12,2 nm / 5100 rpm
Ahau 10,94 dk / 7.300 rpm 12,1 nm / 5.100 rpm
Nobi 3Bold 10,52 dk / 8.000 rpm 12 nm / 5.200 rpm
Stanlee 10,92 dk / 7.550 rpm 11,8 nm / 5.400 rpm
SKR 11 dk / 7.300 rpm
Ultraspeed 021-93858080
AHRS 021-77820649
R59 021-93399259
Nobi 0858-80489991
Stanlee 0813-19625139
SKR 0815-13943798 / 021-80220069


Penulis/Foto: Aant / Aant

SPIDOMETER HONDA SUPRA X 125 NGACO? PERHATIKAN SEKRINGNYA!

Jangan kaget bila suatu ketika melihat spidometer digital pada Honda Supra X 125 berputar naik turun tak karuan! Seharusnya, saat kunci kontak diputar ke posisi "on", jarum akan bergerak mentok sekali lalu kembali ke posisi di 0 km/jam.

Jarum baru akan kembali bergerak saat motor mulai berjalan sesuai kecepatan. Tapi tiba-tiba juga bisa ngaco, jalan pelan jarum spidometer malah menunjukan kecepatan tinggi. Atau jalan kencang, spidometer ada di 10 km/jam.

Gejala ini pastinya menunjukan adanya kejanggalan pada kinerja komponen kelistikan. Pasalnya, spidometer pada Honda Supra X 125 sudah full digital. Kinerjanya bukan lagi mekanis dengan kabel.
Lalu pertanyaannya apanya yang salah? "Kalau speedometer ngaco diikuti dengan lampu dan sein yang kadang mati kadang hidup, coba perhatikan sekringnya," buka Safrudin, kepala bengkel AHASS Clara Motor II di Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar.

"Biasanya kendor atau meleleh. Kalau tidak ada kerusakan pada sistem kelistrikan, paling karena umur. Ganti saja dengan yang baru, pasti masalahnya beres," lanjut pria yang akrab disapa Udin ini sambil menunjukan contoh kasusnya pada Honda Supra X 125 keluaran 2005.

Honda Supra X 125 punya dua sekring. Warna biru 15 Ampere dan merah 10 Ampere. Keduanya beda fungsi, yang merah untuk beban kelistrikan seperti lampu, sein dan spidometer. Sedang yang biru untuk pengisian.

Cara gantinya pun mudah, bisa dilakukan sendiri. Sekring pada Honda Supra X 125 letaknya ada di bawah jok, tepatnya di dalam boks barang bawaan, di samping aki. Pertama buka dulu cover aki-nya, gunakan obeng plus (gbr.1).

Setelah terbuka, ambil kotak sekring di samping aki. Tinggal cabut yang lama dan pasang kembali (gbr.2). Untungnya, pada Honda Supra X 125 sudah disediakan sekring cadangan, jadi enggak perlu beli. 
 

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Popo

RAGAM PILIHAN CDI AFTERMARKET HONDA SUPRA X 125

Ada rencana mengup-grade sistem pengapian Honda Supra X125 (HSX125) atau Karisma kesayangan pakai CDI aftermarket? Berikut ini ada beberapa pilihan otak pengapian yang kerap diandalkan para pengguna bebek 125 cc berlambang sayap mengepak itu.

Pilihan cukup bersahabat dari sisi harga, merek Varro, dilego sekitar Rp 227 ribu. Untuk ubahan street performance, produk PT Junior Motorsport (JMS) di Cibinong, Jabar ini terbilang cukup memenuhi. Direkomendasi buat mesin standar hingga kohar sebatas porting-polish.

Sebab out put pengapian dirancang mirip standar bawaan motor. Namun timing-nya sudah dioptimalkan di beberapa titik putaran mesin dan sudah unlimiter. Dari hasil dyno, CDI ini mampu meningkatkan tenaga maupun torsi mesin cukup baik (lihat hasil dyno).

Tapi kalau Anda nantinya berniat akan menerapkan ubahan mesin lebih jauh lagi, tak ada salah melirik CDI berkurva pengapian lebih dari satu. Misal BRT Neo Dualband yang di pasaran dijual sekitar Rp 440 ribu. Sesuai namanya (Dualband), CDI punya 2 buah map pengapian.

"Pada tipe ini ada beberapa jenis kurva. Yakni standar/tune-up (ST), tune-up/racing (TR) dan racing/kompetisi (RK)," beber Heri, technical service PT Trimentari Niaga, produsen BRT. Yang biasanya dipilih para pemakai HSX125/Karisma untuk kohar adalah kurva TR.

Meski hanya diterapkan di mesin standar, kemampuan mengoreksi power serta torsi maksimum bisa diandalkan. Kurva pengapian yang diuji adalah T (sakelar Dualband Off untuk kurva TR). Untuk ubahan mesin yang lebih jauh lagi, tinggal geser kurvanya ke R dengan cara mengaktifkan (ON) sakelar Dualband-nya.
Rextor
Varro
STD
BRT
Pilihan lain adalah merek Rextor Adjustable buatan Batam. CDI Rp 550 ribu ini punya kurva pengapian 16 macam (0-9, A-F). Bisa diadjust sesuai permintaan mesin dengan cara meng-'klick' map selector switch di badan CDI. Bisa diaplikasi hingga ubahan yang mengarah kompetisi.

"Untuk mesin standar cukup pakai kurva 0. Atau bisa juga pakai kurva lain sampai dirasakan performa terbaik," bilang Robert Cong, bos PT Global Motorindo di Jl. Letjend. Suprapto, Galur, Jakpus.
Data Performa
CDI Power Max Torsi Max
Standar 10,02 dk / 6.400 rpm 11,94 nm / 5.100 rpm
Varro 10,08 dk / 5.000 rom 11,65 nm / 5.000 rpm
BRT Dualband 9,91 dk / 7.100 rpm 11,48 nm / 5.100 rpm
Rextor adjutable 10,12 dk / 7.000 rpm 11,62 nm / 5.100 rpm
Varro 021-87901768
BRT 021-8765447
Rextor 021-42876931





http://supra125holic.blogspot.com/2011/04/ragam-pilihan-cdi-aftermarket-honda.html
Penulis/Foto: DiC / Pidav


(sumber : http://motorplus.otomotifnet.com/)

KENAPA "GIGI 4" HONDA SUPRA X 125 STANDARNYA TIDAK BERTENAGA ?

Ini karena perbandingan rasio gigi standar 3 dan 4 Honda Supra X 125 overdrive. Begitu girboks dibongkar, tercatat spek rasio gigi 1 = 35/14, gigi 2 = 31/20, gigi 3 = 23/20, dan gigi 4 = 24/26. Nah, kelemahan terlihat pada rasio gigi 4 yang terlalu overdrive sehingga motorpun ngedrop di gigi 4.

Jika tak pintar memainkan putaran mesin, bukannya tambah kencang namun malah drop, bakalan sangat terasa saat berboncengan atau membawa beban berat. kalau pake ukuran gir belakang yang lebih kecil (artinya jadi makin berat) ini justru kontra porduktif dengan kenyataan rasio gigi diatas, jadi butuh modifikasi di sektor mesin untuk menaikkan perfoma motor.
Melihat kelemahan seperti ini, penyelesaian paling umum adalah dengan ganti rasio atau meningkatkan perbandingan kompresi. Untuk peruntukan harian, pilihan paling rasional adalah dengan meningkatkan rasio kompresi (karena ganti rasio gigi relatif mahal dan musti belah mesin buat masangnya) atau bisa juga dengan sekalian bore up sedikit (manaikkan kapasitas mesin) dengan aplikasi seher Kawasaki ZX130 yang model pistonnya jenong.

Atau yang paling murah adalah justru dengan mengganti gear belakang yang lebih ringan (naik 1 mata, dari 35 jadi 36) mis pake punya Honda New Supra Fit sehingga bisa membantu tarikan motor pada gigi 4.
 

ATASI INDIKATOR BENSIN HONDA SUPRA X 125 NGADAT!

Anto, pemilik Honda Karisma terlihat kesal saat indikator bensinnya enggak nongol. “Gue heran, kenapa cuma indikator bensin yang mati. Tapi odometer, sama indikator lampu nyala semua,” keluhnya.

Ogah dirundung masalah berkelanjutan, besutan pun dibawa ke bengkel. Dari sana, dapat kesimpulan kalo ternyata sensor di pelampung bensinnya divonis bermasalah (gbr.1).

Nah, untuk memastikan tinggal sambung saja kedua kabel yang menuju soket pelampung bensin. “Kalo indikator bensin terisi penuh, berarti sensor pelampung bensinnya sudah rusak,” kata Sugiarto dari Angkasa Jaya Motor (AJM).
Masih menurutnya, sensor di pelampung bensin mulai bermasalah karena usia pakai. “Terutama kalo udah di atas usia 5 tahunan. Maklum ‘beroperasi’ setiap hari, pasti komponen akan habis masa pakainya,” tambah pria bermarkas di Jl. Sumur Batu Raya No.46, Kemayoran, Jakpus ini.

Sayangnya sensor pelampung itu enggak bisa diperbaiki. Mau enggak mau harus ganti satu set berikut pelampungnya. Harga part ini di dealer resmi dibanderol sekitar Rp 74 ribu. Tapi tenang, bisa kok dikerjakan sendiri di rumah untuk menghemat biaya pemasangan. Yuk intip caranya.

Langkah pertama harus melepas bagasi dulu dengan mencopot empat baut penguncinya pakai kunci T-8 untuk menggapai soket pelampung bensin yang terletak di balik bagasi (gbr.2).

Lalu Anda harus melepaskan cincin pengunci pelampung bensin dengan obeng minus berukuran agak besar yang diketok dengan palu berlawanan arah jarum jam (gbr.3). Mengetoknya jangan terlalu keras, ya!

Setelah terlepas, keluarkan pelampung dari tangki dan lepaskan juga soketnya (gbr.4). Selanjutnya tinggal sambung soket pelampung yang baru. Jangan lupa juga memasang kembali cincin pelampung tadi ke pelampung yang baru. Tinggal rapikan kembali parts yang sudah dibongkar dengan urutan kebalikan saat membongkar.

http://supra125holic.blogspot.com/2011/04/atasi-indikator-bensin-honda-supra-x.html

Penulis : Harry | Teks Editor : AZ | Foto : Harry 

(sumber : http://motorplus.otomotifnet.com/)

LEPAS RESISTANSI DI KOP BUSI DONGKRAK AKSELERASI

Tahukah Brother & Sister bahwa tegangan yang disalurkan ke busi tidak semuanya utuh, bahkan banyak yang terbuang, sebagai contoh daya koil bertegangan 10.000V yang sampai di busi tidak sampai segitu, mengapa demikian?

Ternyata sebelum sampai di busi arus melewati kabel busi, kemudian cop busi lalu businya itu sendiri, masing-masing komponen tersebut dibekali resistan, akibatnya tegangan output dari koil pun berkurang signifikan, tidak percaya? Silahkan ukur sendiri.

Ukurlah resistansi cop busi menggunakan multitester, ternyata rata-rata resistansi cop busi berkisar di angka 10 Kilo Ohm, Busi pun juga sama demikian juga dengan kabel businya.

Pabrikan sengaja memberikan resistan ini demi keawetan komponen pengapian dan antistoring, yang dimaksud dengan anti storing tersebut adalah meredam impedansi gelombang frekwensi. Jika bocor akan mengganggu gelombang TV, sistem audio mobil, bahkan gelombang frekwensi yang cukup tinggi ini dapat merusak ECM (Modul kontrol mesin injeksi).

Melepas resistansi busi sebenarnya tidak haram dilakukan, soal mengganggu frekwensi rasanya tidak berpengaruh banyak di motor, kecuali motor tersebut dipasangi perangkat audio layaknya motor contest, khusus untuk motor injeksi seperti Yamaha V-ixion, Supra X 125 PGM-FI, dan Shogun FI cara ini sangat diharamkan, karena akan merusak ECM yang ada di motor tersebut, jadi jangan coba-coba. Namun untuk motor yang masih menggunakan sistem karburator cara ini sangat efektif karena api di ujung busi menjadi lebih besar otomatis bensin terbakar sempurna, irit dan tenaga meningkat. Jika Brother atau Sister ingin melepas resistan simak caranya berikut ini:

Alat dan bahan :

- Gergaji Besi
- Lem Besi atau Lem Super
- Paku, baut, atau potongan besi (Pengganti Resistor)

 
Resistansi di cop busi umum nya terpasang setelah kabel busi menuju ke kepala busi , untuk melepasnya tinggal menggergaji cop busi tersebut (Gambar 01), biasanya setelah digergaji resistor akan melompat keluar karena ada per di dalamnya.

Setelah selesai digergaji akan terlihat sebuah bulatan kecil (Gambar 02) yang disebut resistan (Resistor)

Resistor ini tinggal dilepas begitu saja kemudian ganti dengan besi yang panjangnya seukuran (Gambar 03), bisa dari baut atau paku, yang penting jangan terlalu besar biar bisa masuk ke lubang cop businya, pernya boleh dibuang atau dipakai lagi juga tidak masalah.

Setelah diganti dengan besi pengganti masukan kembali bekas potongan cop busi (Gambar 04) kemudian di lem menggunakan lem besi atau lem super lainnya, tunggu hingga kering kira-kira 1 jam, kemudian pasang ke motor, rasakan bedanya!

Untuk Brother n Sister yang sudah memasang koil racing, koil mobil atau koil Special Engine, biar lebih maksimal hasilnya ganti kabel businya menggunakan kabel audio berwarna merah (Gambar 05) yg biasa disebut dengan Sound Stream Power Cable karena kabel busi bawaannya masih ada hambatannya walaupun kecil bahkan kabel busi racing seperti Splitfire, NGK, ataupun Red line masih ada sedikit hambatannya sekitar 900 Ohm.


Untuk sementara motor yang bisa atau sudah menerapkan cara ini adalah Honda Tiger, Yamaha Mio, dan Honda Supra series, tidak menutup kemungkinan tipe lain bisa menerapkannya selama tipe cop businya mirip dengan gambar.'

Tukar Link

Free Search Engine Submission